Selasa, 28 April 2026

Asa Mitra Lada Bersatu

A. Kecamatan Dengan Desa Desa Nan Indah Kecamatan Air Gegas merupakan wilayah kabupaten Bangka Selatan provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kecamatan ini memiliki 11 (sebelas) Desa dengan karakteristiknya masing masing. Kecamatan ini memiliki luas mencapai sekitar 853,64 km2 yang seluruhnya berada di daratan pulau Bangka dan hampir semua desa dilalui sugai yang juga potensi untuk bias dikembangkan. Kecamatan ini berjarak 85,7 km dari ibukota provinsi dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 40 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum (bus). Kecamatan Air Gegas memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa sawah, kelapa sawit, lada, pertambangan timah, rempah rempah, palawija,hortikultura, peternakan dan tanaman perkebunan lainnya. Bila kita dari ibukota prrovinsi Kepulauan Bangka Belitung berkunjung ke kecamatan Air Gegas, maka sepanjang perjalanan kita akan dimanjakan dengan pemandangan indah berupa rangkaian bukit-bukit kecil , air laut yang bersih dan hijau, aktifitas nelayan, kesejukan angin dengan udara yang segar dan kelestarian mangrove. Desa - desa di kecamatan Air Gegas dalam kaitanya untuk pengembangan lada memiliki potensi yang luar biasa. Secara umum permasalahan yang dihadapi adalah besarnya biaya produksi sehingga sulit ditekan untuk mengimbangi harga lada dunia yang semakin rendah. Bila biaya produksi per kg lada bias ditekan kemungkinan besar dngan harga lada sekarang masih bisa mendapatkan profit yg sesuai, seperti masa kejayaan lada putih (1987 - 2002) dengan produksi mencapai sekitar 80-97 persen atau 62.000 ton per tahun dari total produksi lada putih Indonesia. Bahkan lada putih menjadi komoditi ekspor primadona dengan negara tujuan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, Jepang dan negara lainnya. Tapi kondisi sekarang masyarakat banyak yang enggan menenanam lada dikarenakan harga yang rendah sehingga ekspor menurun dan disisi lain masyarakat belum mampu untuk menekan biaya produksi seefiisien mungkin. Kebun Lada Dengan Batang Bawah Mennggnakan Mallada Sebagai Salah Satu Bentuk Resistensi Lada Terhadap Hama/Penyakit dan Ditumpang Sarikan dengan Rempah_Rempah dan Sawit Di kecamatan inilah kita bisa berkunjung ke Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) ) “Mitra Lada Bersatu”. B. BUMDESMA Mitra Lada Bersatu Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) ini bernama “Mitra Lada Bersatu” dibntuk sejak 01 Nopember 2021 bekat kerjasama dari 4 (empat) Desa yaitu Desa Airgegas, Delas, Nyelanding dan Air Bara. BUMDESMA ini sangat berperan dalam pembinaan, pengembangan dan peningkatan kapasitas petani dan produk lada baik secara kuantitas maupun kualitas, memiliki konsep kesederhanaan, natural dan ramah lingkungan dengan keunikan tersendiri (spesifik produk) yang dikelola oleh anak muda (Gen Z) desa desa tersebut. "Mitra Lada Bersatu " menjadi BUMDESMA yang diharapkan mempioneri contoh dan bentuk kerjasama untuk desa-desa yang lain . Visi BUMDESMA ini “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan pedesaan melalui produk unggulan desa”, yang diharapkan bias tercapai melalu berbagai kegiatan anatara lain dengan peningkatan manajemen, melakukan Sistem Resi Gudang (SRG) yang bergerak di bidang resi gudang kepada petani pasca panen untuk menjaga kualitas lada putih mulai dari tingkat kepedasan, kebersihan maupun dari pencemaran bakteri. Menciptakan inovasi produk dari lada putih yang merupakan komoditi kawasan pedesaan serta meningkatkan ekonomi masyarakat dari peningkatan nilai jual lada. Menjadikan desa yang otonom dan mandiri serta menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat desa. Menyediakan sarana dan fasilitas untuk mendukung ekonomi pedesaan dan meminimalisasi rantai distribusi untuk meningkatkan nilai jual komiditi unggulan desa. Menjual hasil panen lada ke investor langsung, sehingga BUMDESMA bisa menentukan harga pasar sendiri untuk komoditas lada putih. Membangun dan memperkuat institusi yang mendukung rantai produksi dan pemasaran serta mengoptimalkan sumber daya alam sebagai dasar pertumbuhan ekonomi pedesaan. Sebuah konsep pengembangan BUMDESMA yang memadukan antara kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, kesajahteraan, alami, inklusif dan Teknologi Tepat Guna (TTG). Kita bisa menemukan hal tersebut yang tercermin dalam kehidupan masyarakat sekitar dan banyaknya aktifitas yang khas/unik yang ditawarlan oleh Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) Mitra Lada Bersatu serta akan terus ditingkatkan agar semakin kompetitif sehingga menambah daya tarik bagi konsumen. Kesederhanaan dan kesahajaan pengurus BUMDESMA Mitra Lada Bersatu Belajar dari alam untuk menekan biaya produksi C. Peran Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) Dalam Ekonomi Desa Penyertaan Modal Desa untuk BUMDESMA Mitra Lada Bersatu berasal dari 4 Desa yang tergabung dalam Badan Kerjasama Antar Desa yaitu desa Airgegas, Delas, Nyelanding dan Air Bara masing-masing Rp. 25.000.000,- sehingga total modal awal BUMDESMA sebesar Rp. 100.000.000,- pada tahun 2020 yang dipergunakan untuk melengkapi fasilitas sarana & prasarana gedung pasca panen sehingga bisa berjalan dengan baik. Peran BUMDESMA Mitra Lada Bersatu dalam pengembangan ekonomi pedesaan dapat disampaikan antara lain : Kesatu, Memiliki usaha dalam bentuk produk lada putih Bangka dalam kemasan botol siap saji. Merupakan produk unggulan yang unik menjadikannya mampu bersaing dengan produk produk sejenis. BUMDESMA fokus untuk pengembangan satu produk ini dulu karena untuk mencapai target ekspor dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM), tahapan/proses, manajemen dan kualitas produk yang membutuhkan waktu berbulan bulan. BUMDESMA juga siap untuk memproduksi produk diversifikasi lain jika ada permintaan dan melalui standarisasi yang berlaku. Produk diversifikssi dapat berupa green pepper, pepper oleoresin, black pepper oil dan lain-lain. Lada hijau (green pepper) dihasilkan dari buah yang belum masak, tetapi sudah mencapai ukuran maksimalnya, kemudian dikeringkan secara artificial atau disajikan dalam bentuk segar. Pepper oleoresin merupakan ekstraksi dari lada hitam dengan organic solvent menghasilkan oleoresin yang memiliki bau, rasa, dan kepedasan khas rempah-rempah. Black Pepper Oil , hasil olahan yang diperoleh dari lada dihaluskan sampai menjadi bubuk kemudian didestilasi dengan uap air dan amonia. Walupun demikian tetap masih memerlukan dampingan pihak terkait terutama dalam hal pengembangan usaha, permodalan dan pemasaran Produk utama lada kemasan yang dihasiloleh BUMDESMA Mitra Lada Bersatu Produk utama lada kemasan BUMDESMA Mitra Lada Bersatu saat BunExpo 2023 Kedua, Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) dari tahun 2018 sampai 2020 BUMDESMA Mitra Lada Bersatu memiliki Sumber Daya Manusia yang mayoritas berasal dari masing-masing desa, walaupun belum memiliki pemahaman dan motovasi yang cukup mengenai manajemen pengelolaan sebuah industri makanan, sehingga mereka terus melakukan bimtek juga penyegaran pengurus pada akhir tahun 2021 sehingga BUMDESMA Mitra Lada Bersatu bisa berjalan lebih efektif dan efisien jika pengurus yang sekarang memiliki perspektif yang luas dalam pengembangan dan pengelolaaan industri lada dan merupakan modal yang sangat luar biasa dalam memajukan usaha BUMDESMA dan perekonomian pedesaan. Pelatihan awal Gen Z untuk memperoleh sertifikasi HACCP,ISO 22000 dan SNI proses produksi lada putih bangka. Menuju Bumdesma naik kelas “go to ekspor” Training pengenalan alat, prosedur kerja, instruksi kerja, dokumen dan uji kompetensi proses produksi bersama tim produksi dan tim keamanan pangan.. . Ketiga, Pengembangan kebun Muntok White Pepper Agrotourism Edupark desa Nyelanding bagi masyarakat dan petani lada diharpkan dapat menjadi destinasi wisata berbasis pendidkan agronomi dan solusi bagi masyarakat Bangka Belitung dalam budidaya lada putih. Masyarakat bias berwisata sambil belajar tentang teknik budidaya lada yang benar, dengan memanfaatkan berbagai sumber adaya alam yang dimiliki guna mencapai efisiensi, efektifitas dan berwawasan lingkungan. Bagaimana menggunakan mallada untuk pencegahan terhadap penyakit , bagaimana memanfaatka tanaman rempah-rempah selain sebagai tanaman tumpang sari yang memanfaatkan efisiensi ruang, memiliki nilai ekonomif dan juga pencegahan terhadap hama/penyakit (multiple cropping). Melalui beberapa sarana bantuan dari Pemerintah, Pemerintah Desa maupun pihak swasta untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Mitra Lada Bersatu ini walaupun masih sangat tergantung terhadap rutinitas kehadiran wisatawan/pengunjung. Kunjungan wisatawan dari Dinas Pertanian Lampung yntuk melihat budidaya lada di Bangka Belitung Pengunjung beristirahat sambil diskusi di gazebo lokasi wisata Wisatawan belajar tentang budidaya lada secara alami Keempat, Kepedulian Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) terhadap pembinaan kelompok tani, kelanggengan dan lingkungan berupa kegiatan untuk menemukan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan ramah lingkngan degan berusaha mengurangi pemakaian berbagai jenis bahan kimia dalam budidaya lada. Penyadaran masyarakat tentang kembali ke alam (back to nature) dan penekanan biaya produksi (ekonomis) menjadi faktor yang sangat penting dalam budidaya lada sehinggga mampu bersaing dalam mendapatkan pangsa pasar. Melihat begitu penting keberadaan dan pelestarian lada maka BUMDESMA ini juga melakukan penyuluhan tentang pentingnya budidaya lada secara benar dan efisien. Permasalahan lada di pulau Bangka khususnya adalah masalah tajar (junjung), pupuk, herbisida pestisida , hama dan penyakit. Hal ini coba diatisipasi dengan menggunakan tajar hidup berupa tanaman pinang sedankan untuk pupuk dipergunakan pupuk organik yg murah dan pemakaian nya sangat sedikit, cukup satu genggam per batang tanaman lada. Herbisida, pestisida dan insektisida diantisipasi dengan menggunakan tanaman tumpang sari (seperti kunyit,laos dan kucai) selain untuk tanaman tumang sari ini bias juga dijual/dikonsumsi sebagi rempah – rempah. Sedangkan untuk penyakit busuk pankal batang dan penyakit kuning diantisipasi dengan okulasi menggunakan mallada sebagi batang bawah. Kepedulian terhadap pengelola, budidaya, panen dan pasca panen tanaman lada menjadi salah satu kegiatan yang didampingi oleh BUMDESMA ini. Memberi kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pengetahuan dan pengembangan budidaya lada sehingga masyarakat akan lebih paham dan mampu mengembangkan desanya menjadi desa maju dan mandiri. Proses pembelajaran ini harus terus didampingi dengan harapan tetap terjadi peningkatan pengetahuan kapasitas untuk berbagai kebutuhan dalam menunjang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang berkesinambungan. Berusaha terus meningkatkan kemajuan teknoloi dan pengetahuan petani dalam pengelolaan tanaman lada demi terjadi perbaikan harga. Kepedulian terhadap pengelola, budidaya lada dan dan kembali ke alam Budidaya tanaman lada dengan memanfaatkan mallada, tanaman tumpang sari dan pupuk organik Kelima, Sarana prasarana yang dimiliki cukup memadai. BUMDESMA memiliki Gedung dan peralatan pasca panen yang diprioritaskan dalam pengelolaan hasil pertanian dan perkebunan khususnya lada. Meskipun sempat terhambat di masa Pandemi Covid 19 tahun 2019 - 2020 sehingga ruang gerak pemasaran sangatlah sulit untuk dilakukan. Namun di Akhir 2021 BUMDESMA Mitra Lada Bersatu mulai menggeliat kembali yang diwali dengan kegiatan re-labeling produk-produk yang telah dipasarkan di awal 2020 dan memulai produksi produk baru di awal 2021. Proses dan pembuatan bubuk lada Proses pemberian label botol pada rumah produksi Proses dan alat sortir granuler lada Kemasana Lada putih Babel diminati para pengunjung Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) 2023 yang digelar di Tengerang Provinsi Banten Keenam, Aktif memngikuti berbagai macam pameran atau expo merupakan modal dalam memerkenalkan produk kepada konsumen . Dari berbagai kegiatan pameran atau expo yang diikutu terlihat masyarakat dan konsumen begitu antusias , hal ini terlihat bahwa produk yang ditawarkan selalu hampir habis dihari pertama pameran bahkan pihak panitia membeli beberapa botol produk sebagai merchandise tamu pameran. Bebrapa pameran yang pernah diikuti anatar lain : Trade Expo Indonesia (TEI) 2021. Trade Exo Indonesia (TEI) 2022, BunEx 2023 dan lain lain. Ketujuh, Melakukan kerjasama dengan Triple Helix (Bappeda & Universitas Bangka Belitung) untuk memperkuat sumber daya manusia dan kebijakan. Kerjasama lain dengan pihak ketiga (mitra bisnis) seperti Astra Internasional, BI, UMKM Izzah Globalindo (distributor) , BP3L, Kelompok Tani (supplier bahan baku lada) dan lain-lain. Pendampingan melalui Tenaga Pendamping Profesional Kemendesa PDTT, pihak terkait dalam rangka memperoleh sertifikasi internasional maupun kerjasama dengan ITPC untuk ekspor. Terus mencari terobosan dalam rangka memperluas dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) ini. Bentuk kerjasama dan dunjungan bapak Dirjen Perencanaan dan Investasi Desa Kementerian Desa & PDTT dalam perencanaan dan langkah selanjutnya dalam rangka menuju pasar Eropa.. Kedelapan, BUMDESMA Mitra Lada Bersatu dan masyarakat di kecamatan Air Gegas sangat terbuka dalam penggunaan dan pemanfaatn media sosial berrupa Facebook dengan , Instagram dan Twitter sehingga kita dapat saling bertukar informasi melalui media sosial tersebut. Ada kebutuhan perbaikan dan promosi untuk meningkatkan hasrat masyarakat dan mitra untuk bekerjasama dengan usaha bersama ini. Dalam pengembangan usaha beberapa hambatan yang muncul terus berusaha untuk diminimalisir oleh pihak pegelola. Persaingan dan kerjasama usaha berskala lokal, nasional bahkan international sangat sulit untuk dilakukan , belum memiliki Smber Daya Manusia (SDM) yang professional. harga pokok pembelian yang tinggi sehingga sulit menentukan harga penjualan (harga penjualan menjadi tinggi). Selain itu tantangan berupa honorarium pngelola dan modal kerja yang sangat terbatas untuk melakukan aktifitas produksi serta banyak masyarakat yang belum mampu meminimalisir biaya produksi, hama penyakit dan pengelolaan pasca panen. Berharap Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) Mitra Lada Bersatu kecamatan Air Gegas kabupaten Bangka Selatan ini terus berkembang dengan perannya dan memberi nilai positif bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat sekitar khususnya masyarakat kecamatan Air Gegas. Perhatian pihak pemerintah dan swasta diharapkan bisa lebih ditingkatkan dalam pembinaan serta mengikut sertakan dalam berbagai kegiatan baik skala Desa, Antar Desa, Kabupaten sampai Nasional atau bahkan Internasional, sehingga akan mampu lebih berkembang dan menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) kebanggaan bagi kita semua. Masyarakat desa di kecamatan Air Gegas masih terus memerlukan pendampingan dari berbagai pihak sehingga akan lebih terarah, hasil pertanian yang terukur dan jelas, guna menuju desa Mandiri dan Sejahtera. BUMDESMA juga akan terus berupaya dalam memproduksi produk berstandar ekspor maupun diversifikasi produk dan menyiapkan mitra bisnis untuk produk tertentu mengigat lada putih Bangka (Muntok White Pepper) merupakan potensi yang sangat luar biasa karena lada putih ini terbaik di dunia melalui kadar piperin (kepedasan dan efek kehangatan) tertinggi di dunia sehingga berpotensi untuk bisa menjadi komoditi ekspor primadona. Peluang ekpsor ini masih sangat terbuka lebar sehingga ini merupakan kesempatan mereka untuk bisa melebarkan sayap pemasaran produk ke dunia internasional. Mereka selaku pengelola Bumdesma Mitra Lada Bersatu akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menjalankan usaha ini dan mencapai tujuan (goals) yang mereka dan masyarakat harapkan sehingga tujuan awal berdirinya BUMDESMA Mitra Lada Bersatu untuk kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud, bertahan bahkan meningkat dalam setiap tahunnya. “Asa Semakin Terlihat dan Siap Go International”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar