Selasa, 28 April 2026

Asa Mitra Lada Bersatu

A. Kecamatan Dengan Desa Desa Nan Indah Kecamatan Air Gegas merupakan wilayah kabupaten Bangka Selatan provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kecamatan ini memiliki 11 (sebelas) Desa dengan karakteristiknya masing masing. Kecamatan ini memiliki luas mencapai sekitar 853,64 km2 yang seluruhnya berada di daratan pulau Bangka dan hampir semua desa dilalui sugai yang juga potensi untuk bias dikembangkan. Kecamatan ini berjarak 85,7 km dari ibukota provinsi dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 40 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum (bus). Kecamatan Air Gegas memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa sawah, kelapa sawit, lada, pertambangan timah, rempah rempah, palawija,hortikultura, peternakan dan tanaman perkebunan lainnya. Bila kita dari ibukota prrovinsi Kepulauan Bangka Belitung berkunjung ke kecamatan Air Gegas, maka sepanjang perjalanan kita akan dimanjakan dengan pemandangan indah berupa rangkaian bukit-bukit kecil , air laut yang bersih dan hijau, aktifitas nelayan, kesejukan angin dengan udara yang segar dan kelestarian mangrove. Desa - desa di kecamatan Air Gegas dalam kaitanya untuk pengembangan lada memiliki potensi yang luar biasa. Secara umum permasalahan yang dihadapi adalah besarnya biaya produksi sehingga sulit ditekan untuk mengimbangi harga lada dunia yang semakin rendah. Bila biaya produksi per kg lada bias ditekan kemungkinan besar dngan harga lada sekarang masih bisa mendapatkan profit yg sesuai, seperti masa kejayaan lada putih (1987 - 2002) dengan produksi mencapai sekitar 80-97 persen atau 62.000 ton per tahun dari total produksi lada putih Indonesia. Bahkan lada putih menjadi komoditi ekspor primadona dengan negara tujuan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, Jepang dan negara lainnya. Tapi kondisi sekarang masyarakat banyak yang enggan menenanam lada dikarenakan harga yang rendah sehingga ekspor menurun dan disisi lain masyarakat belum mampu untuk menekan biaya produksi seefiisien mungkin. Kebun Lada Dengan Batang Bawah Mennggnakan Mallada Sebagai Salah Satu Bentuk Resistensi Lada Terhadap Hama/Penyakit dan Ditumpang Sarikan dengan Rempah_Rempah dan Sawit Di kecamatan inilah kita bisa berkunjung ke Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) ) “Mitra Lada Bersatu”. B. BUMDESMA Mitra Lada Bersatu Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) ini bernama “Mitra Lada Bersatu” dibntuk sejak 01 Nopember 2021 bekat kerjasama dari 4 (empat) Desa yaitu Desa Airgegas, Delas, Nyelanding dan Air Bara. BUMDESMA ini sangat berperan dalam pembinaan, pengembangan dan peningkatan kapasitas petani dan produk lada baik secara kuantitas maupun kualitas, memiliki konsep kesederhanaan, natural dan ramah lingkungan dengan keunikan tersendiri (spesifik produk) yang dikelola oleh anak muda (Gen Z) desa desa tersebut. "Mitra Lada Bersatu " menjadi BUMDESMA yang diharapkan mempioneri contoh dan bentuk kerjasama untuk desa-desa yang lain . Visi BUMDESMA ini “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan pedesaan melalui produk unggulan desa”, yang diharapkan bias tercapai melalu berbagai kegiatan anatara lain dengan peningkatan manajemen, melakukan Sistem Resi Gudang (SRG) yang bergerak di bidang resi gudang kepada petani pasca panen untuk menjaga kualitas lada putih mulai dari tingkat kepedasan, kebersihan maupun dari pencemaran bakteri. Menciptakan inovasi produk dari lada putih yang merupakan komoditi kawasan pedesaan serta meningkatkan ekonomi masyarakat dari peningkatan nilai jual lada. Menjadikan desa yang otonom dan mandiri serta menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat desa. Menyediakan sarana dan fasilitas untuk mendukung ekonomi pedesaan dan meminimalisasi rantai distribusi untuk meningkatkan nilai jual komiditi unggulan desa. Menjual hasil panen lada ke investor langsung, sehingga BUMDESMA bisa menentukan harga pasar sendiri untuk komoditas lada putih. Membangun dan memperkuat institusi yang mendukung rantai produksi dan pemasaran serta mengoptimalkan sumber daya alam sebagai dasar pertumbuhan ekonomi pedesaan. Sebuah konsep pengembangan BUMDESMA yang memadukan antara kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, kesajahteraan, alami, inklusif dan Teknologi Tepat Guna (TTG). Kita bisa menemukan hal tersebut yang tercermin dalam kehidupan masyarakat sekitar dan banyaknya aktifitas yang khas/unik yang ditawarlan oleh Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) Mitra Lada Bersatu serta akan terus ditingkatkan agar semakin kompetitif sehingga menambah daya tarik bagi konsumen. Kesederhanaan dan kesahajaan pengurus BUMDESMA Mitra Lada Bersatu Belajar dari alam untuk menekan biaya produksi C. Peran Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) Dalam Ekonomi Desa Penyertaan Modal Desa untuk BUMDESMA Mitra Lada Bersatu berasal dari 4 Desa yang tergabung dalam Badan Kerjasama Antar Desa yaitu desa Airgegas, Delas, Nyelanding dan Air Bara masing-masing Rp. 25.000.000,- sehingga total modal awal BUMDESMA sebesar Rp. 100.000.000,- pada tahun 2020 yang dipergunakan untuk melengkapi fasilitas sarana & prasarana gedung pasca panen sehingga bisa berjalan dengan baik. Peran BUMDESMA Mitra Lada Bersatu dalam pengembangan ekonomi pedesaan dapat disampaikan antara lain : Kesatu, Memiliki usaha dalam bentuk produk lada putih Bangka dalam kemasan botol siap saji. Merupakan produk unggulan yang unik menjadikannya mampu bersaing dengan produk produk sejenis. BUMDESMA fokus untuk pengembangan satu produk ini dulu karena untuk mencapai target ekspor dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM), tahapan/proses, manajemen dan kualitas produk yang membutuhkan waktu berbulan bulan. BUMDESMA juga siap untuk memproduksi produk diversifikasi lain jika ada permintaan dan melalui standarisasi yang berlaku. Produk diversifikssi dapat berupa green pepper, pepper oleoresin, black pepper oil dan lain-lain. Lada hijau (green pepper) dihasilkan dari buah yang belum masak, tetapi sudah mencapai ukuran maksimalnya, kemudian dikeringkan secara artificial atau disajikan dalam bentuk segar. Pepper oleoresin merupakan ekstraksi dari lada hitam dengan organic solvent menghasilkan oleoresin yang memiliki bau, rasa, dan kepedasan khas rempah-rempah. Black Pepper Oil , hasil olahan yang diperoleh dari lada dihaluskan sampai menjadi bubuk kemudian didestilasi dengan uap air dan amonia. Walupun demikian tetap masih memerlukan dampingan pihak terkait terutama dalam hal pengembangan usaha, permodalan dan pemasaran Produk utama lada kemasan yang dihasiloleh BUMDESMA Mitra Lada Bersatu Produk utama lada kemasan BUMDESMA Mitra Lada Bersatu saat BunExpo 2023 Kedua, Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) dari tahun 2018 sampai 2020 BUMDESMA Mitra Lada Bersatu memiliki Sumber Daya Manusia yang mayoritas berasal dari masing-masing desa, walaupun belum memiliki pemahaman dan motovasi yang cukup mengenai manajemen pengelolaan sebuah industri makanan, sehingga mereka terus melakukan bimtek juga penyegaran pengurus pada akhir tahun 2021 sehingga BUMDESMA Mitra Lada Bersatu bisa berjalan lebih efektif dan efisien jika pengurus yang sekarang memiliki perspektif yang luas dalam pengembangan dan pengelolaaan industri lada dan merupakan modal yang sangat luar biasa dalam memajukan usaha BUMDESMA dan perekonomian pedesaan. Pelatihan awal Gen Z untuk memperoleh sertifikasi HACCP,ISO 22000 dan SNI proses produksi lada putih bangka. Menuju Bumdesma naik kelas “go to ekspor” Training pengenalan alat, prosedur kerja, instruksi kerja, dokumen dan uji kompetensi proses produksi bersama tim produksi dan tim keamanan pangan.. . Ketiga, Pengembangan kebun Muntok White Pepper Agrotourism Edupark desa Nyelanding bagi masyarakat dan petani lada diharpkan dapat menjadi destinasi wisata berbasis pendidkan agronomi dan solusi bagi masyarakat Bangka Belitung dalam budidaya lada putih. Masyarakat bias berwisata sambil belajar tentang teknik budidaya lada yang benar, dengan memanfaatkan berbagai sumber adaya alam yang dimiliki guna mencapai efisiensi, efektifitas dan berwawasan lingkungan. Bagaimana menggunakan mallada untuk pencegahan terhadap penyakit , bagaimana memanfaatka tanaman rempah-rempah selain sebagai tanaman tumpang sari yang memanfaatkan efisiensi ruang, memiliki nilai ekonomif dan juga pencegahan terhadap hama/penyakit (multiple cropping). Melalui beberapa sarana bantuan dari Pemerintah, Pemerintah Desa maupun pihak swasta untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Mitra Lada Bersatu ini walaupun masih sangat tergantung terhadap rutinitas kehadiran wisatawan/pengunjung. Kunjungan wisatawan dari Dinas Pertanian Lampung yntuk melihat budidaya lada di Bangka Belitung Pengunjung beristirahat sambil diskusi di gazebo lokasi wisata Wisatawan belajar tentang budidaya lada secara alami Keempat, Kepedulian Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) terhadap pembinaan kelompok tani, kelanggengan dan lingkungan berupa kegiatan untuk menemukan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan ramah lingkngan degan berusaha mengurangi pemakaian berbagai jenis bahan kimia dalam budidaya lada. Penyadaran masyarakat tentang kembali ke alam (back to nature) dan penekanan biaya produksi (ekonomis) menjadi faktor yang sangat penting dalam budidaya lada sehinggga mampu bersaing dalam mendapatkan pangsa pasar. Melihat begitu penting keberadaan dan pelestarian lada maka BUMDESMA ini juga melakukan penyuluhan tentang pentingnya budidaya lada secara benar dan efisien. Permasalahan lada di pulau Bangka khususnya adalah masalah tajar (junjung), pupuk, herbisida pestisida , hama dan penyakit. Hal ini coba diatisipasi dengan menggunakan tajar hidup berupa tanaman pinang sedankan untuk pupuk dipergunakan pupuk organik yg murah dan pemakaian nya sangat sedikit, cukup satu genggam per batang tanaman lada. Herbisida, pestisida dan insektisida diantisipasi dengan menggunakan tanaman tumpang sari (seperti kunyit,laos dan kucai) selain untuk tanaman tumang sari ini bias juga dijual/dikonsumsi sebagi rempah – rempah. Sedangkan untuk penyakit busuk pankal batang dan penyakit kuning diantisipasi dengan okulasi menggunakan mallada sebagi batang bawah. Kepedulian terhadap pengelola, budidaya, panen dan pasca panen tanaman lada menjadi salah satu kegiatan yang didampingi oleh BUMDESMA ini. Memberi kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pengetahuan dan pengembangan budidaya lada sehingga masyarakat akan lebih paham dan mampu mengembangkan desanya menjadi desa maju dan mandiri. Proses pembelajaran ini harus terus didampingi dengan harapan tetap terjadi peningkatan pengetahuan kapasitas untuk berbagai kebutuhan dalam menunjang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang berkesinambungan. Berusaha terus meningkatkan kemajuan teknoloi dan pengetahuan petani dalam pengelolaan tanaman lada demi terjadi perbaikan harga. Kepedulian terhadap pengelola, budidaya lada dan dan kembali ke alam Budidaya tanaman lada dengan memanfaatkan mallada, tanaman tumpang sari dan pupuk organik Kelima, Sarana prasarana yang dimiliki cukup memadai. BUMDESMA memiliki Gedung dan peralatan pasca panen yang diprioritaskan dalam pengelolaan hasil pertanian dan perkebunan khususnya lada. Meskipun sempat terhambat di masa Pandemi Covid 19 tahun 2019 - 2020 sehingga ruang gerak pemasaran sangatlah sulit untuk dilakukan. Namun di Akhir 2021 BUMDESMA Mitra Lada Bersatu mulai menggeliat kembali yang diwali dengan kegiatan re-labeling produk-produk yang telah dipasarkan di awal 2020 dan memulai produksi produk baru di awal 2021. Proses dan pembuatan bubuk lada Proses pemberian label botol pada rumah produksi Proses dan alat sortir granuler lada Kemasana Lada putih Babel diminati para pengunjung Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) 2023 yang digelar di Tengerang Provinsi Banten Keenam, Aktif memngikuti berbagai macam pameran atau expo merupakan modal dalam memerkenalkan produk kepada konsumen . Dari berbagai kegiatan pameran atau expo yang diikutu terlihat masyarakat dan konsumen begitu antusias , hal ini terlihat bahwa produk yang ditawarkan selalu hampir habis dihari pertama pameran bahkan pihak panitia membeli beberapa botol produk sebagai merchandise tamu pameran. Bebrapa pameran yang pernah diikuti anatar lain : Trade Expo Indonesia (TEI) 2021. Trade Exo Indonesia (TEI) 2022, BunEx 2023 dan lain lain. Ketujuh, Melakukan kerjasama dengan Triple Helix (Bappeda & Universitas Bangka Belitung) untuk memperkuat sumber daya manusia dan kebijakan. Kerjasama lain dengan pihak ketiga (mitra bisnis) seperti Astra Internasional, BI, UMKM Izzah Globalindo (distributor) , BP3L, Kelompok Tani (supplier bahan baku lada) dan lain-lain. Pendampingan melalui Tenaga Pendamping Profesional Kemendesa PDTT, pihak terkait dalam rangka memperoleh sertifikasi internasional maupun kerjasama dengan ITPC untuk ekspor. Terus mencari terobosan dalam rangka memperluas dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) ini. Bentuk kerjasama dan dunjungan bapak Dirjen Perencanaan dan Investasi Desa Kementerian Desa & PDTT dalam perencanaan dan langkah selanjutnya dalam rangka menuju pasar Eropa.. Kedelapan, BUMDESMA Mitra Lada Bersatu dan masyarakat di kecamatan Air Gegas sangat terbuka dalam penggunaan dan pemanfaatn media sosial berrupa Facebook dengan , Instagram dan Twitter sehingga kita dapat saling bertukar informasi melalui media sosial tersebut. Ada kebutuhan perbaikan dan promosi untuk meningkatkan hasrat masyarakat dan mitra untuk bekerjasama dengan usaha bersama ini. Dalam pengembangan usaha beberapa hambatan yang muncul terus berusaha untuk diminimalisir oleh pihak pegelola. Persaingan dan kerjasama usaha berskala lokal, nasional bahkan international sangat sulit untuk dilakukan , belum memiliki Smber Daya Manusia (SDM) yang professional. harga pokok pembelian yang tinggi sehingga sulit menentukan harga penjualan (harga penjualan menjadi tinggi). Selain itu tantangan berupa honorarium pngelola dan modal kerja yang sangat terbatas untuk melakukan aktifitas produksi serta banyak masyarakat yang belum mampu meminimalisir biaya produksi, hama penyakit dan pengelolaan pasca panen. Berharap Badan Usaha Milik Desa Brsama (BUMDESMA) Mitra Lada Bersatu kecamatan Air Gegas kabupaten Bangka Selatan ini terus berkembang dengan perannya dan memberi nilai positif bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat sekitar khususnya masyarakat kecamatan Air Gegas. Perhatian pihak pemerintah dan swasta diharapkan bisa lebih ditingkatkan dalam pembinaan serta mengikut sertakan dalam berbagai kegiatan baik skala Desa, Antar Desa, Kabupaten sampai Nasional atau bahkan Internasional, sehingga akan mampu lebih berkembang dan menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) kebanggaan bagi kita semua. Masyarakat desa di kecamatan Air Gegas masih terus memerlukan pendampingan dari berbagai pihak sehingga akan lebih terarah, hasil pertanian yang terukur dan jelas, guna menuju desa Mandiri dan Sejahtera. BUMDESMA juga akan terus berupaya dalam memproduksi produk berstandar ekspor maupun diversifikasi produk dan menyiapkan mitra bisnis untuk produk tertentu mengigat lada putih Bangka (Muntok White Pepper) merupakan potensi yang sangat luar biasa karena lada putih ini terbaik di dunia melalui kadar piperin (kepedasan dan efek kehangatan) tertinggi di dunia sehingga berpotensi untuk bisa menjadi komoditi ekspor primadona. Peluang ekpsor ini masih sangat terbuka lebar sehingga ini merupakan kesempatan mereka untuk bisa melebarkan sayap pemasaran produk ke dunia internasional. Mereka selaku pengelola Bumdesma Mitra Lada Bersatu akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menjalankan usaha ini dan mencapai tujuan (goals) yang mereka dan masyarakat harapkan sehingga tujuan awal berdirinya BUMDESMA Mitra Lada Bersatu untuk kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud, bertahan bahkan meningkat dalam setiap tahunnya. “Asa Semakin Terlihat dan Siap Go International”

Selasa, 27 Januari 2026

KOORPROV TPP BABEL: HDN 2026, Refleksi Pendamping Desa dan Desa

PANGKALPINANG, Peringatan Hari Desa Nasional yang jatuh pada tanggal 15 Januari merupakan momen penting untuk meneguhkan kembali peran krusial Desa sebagai fondasi pembangunan Indonesia. Desa diakui dan diapresiasi karena kontribusinya dalam memperkuat struktur ekonomi, sosial dan budaya Indonesia. Hari Desa Nasional ini menjadi momentum tepat memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke tingkat pemerintahan desa guna menciptakan pembangunan desa yang lebih maju, inklusif, berkelanjutan dan berdaya. Peringatan Hari Desa Nasional memberikan ruang untuk merefleksikan peran kita sebagai Pendamping Desa dalam memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa selama satu dekade ini yang penuh dinamika dan tantangan. Perkembangan Desa-Desa Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan data indeks desa mandiri (IDM) pada tahun 2021 terdapat 171 Desa Berkembang dari 309 Desa, 125 Desa Maju dari 309 Desa, dan 13 Desa Mandiri dari 309 Desa. Kini berdasarkan Data Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 343 Tahun 2025 tentang Status Kemajuan Kemandirian Desa Tahun 2025, mengalami perkembangan yang signifikan yaitu 10 Desa Berkembang, 111 Desa Maju dan 188 Desa Mandiri. Kenaikan signifikan status desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari 2021 ke 2025 tidak dapat dilepaskan dari peran strategis Pendamping Desa yang mengawal perencanaan pembangunan Desa, memastikan kualitas belanja desa, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat, serta menjaga arah pembangunan desa agar selaras dengan indikator kemandirian. Dengan capaian 188 Desa Mandiri, peran Pendamping Desa ke depan bukan lagi mendorong naik status, tetapi menjaga keberlanjutan kemandirian desa agar tidak stagnan atau menurun. Pendamping Desa telah memainkan peran penting sebagai pengawal perencanaan, penguat kapasitas, fasilitator ekonomi desa, dan agen perubahan sosial. Bagi para pendamping desa, satu dekade terakhir adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Ada capaian yang membanggakan, ada pembelajaran yang menguatkan, sekaligus tantangan yang menguji komitmen. Pendampingan desa tumbuh dan berkembang seiring perubahan kebijakan dan beragamnya kondisi sosial desa. Pendamping desa dirancang untuk hadir sebagai fasilitator, bukan pengambil alih peran desa. Pendamping Desa membantu membuka ruang partisipasi, menguatkan kapasitas, dan memastikan desa mampu menjalankan kewenangannya secara bertanggung jawab. Dalam praktiknya, peran ini terus beradaptasi dengan kompleksitas lapangan. Selanjutnya Klik DAERAH

Senin, 05 Januari 2026

Dana Desa 2026

PRIORITAS DANA DESA 2026: Peraturan Menteri Nomor 16 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Operasional MEMBUKA LEMBAR BARU 2026 para Tenaga Pendamping Profesional perlu untuk memahami regulasi terbaru yang berkaitan dengan penggunaan Dana Desa untuk tahun 2026 sebagai bekal semua TPP untuk mendampingi proses-proses perencanaan dan pembangunan Desa dampingan, yaitu Peraturan Menteri Desa PDT Nomor 16 Tahun 2025 Tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Fokus Utama Pemanfaatan Dana Desa 2026 ada 8 prioritas yang perlu menjadi perhatian; 1. Penanganan Kemiskinan Ekstrem dengan Penggunaan Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai Desa. 2. Penguatan Desa Berketahanan Iklim dan Tangguh Bencana. 3. Peningkatan Promosi Dan Penyediaan Layanan Dasar Kesehatan Skala Desa. 4. Program Ketahanan Pangan atau Lumbung Pangan, Energi, dan Lembaga Ekonomi Desa lainnya. 5. Dukungan Implementasi Koperasi Desa Merah Putih 6. Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Desa melalui Program Padat Karya Tunai Desa. 7. Pembangunan Infrastruktur Digital dan Teknologi di Desa. 8. Program sektor prioritas lainnya di Desa adalah program yang merupakan kebutuhan masyarakat Desa dan kejadian mendesak yang diputuskan melalui musyawarah Desa. Memahami dan mencermati yang selanjutnya menjelaskan pasal demi pasal regulasi sebagai pijakan pendampingan mulai dari fokus kegiatan yang disarankan dan larangan penggunaan Dana Desa perlu dipahamkan kepada Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa oleh para TPP sebagai Pendamping Desa. Dimulai dari membaca regulasi, memahami maksud dan dilanjutkan mengidentifikasi kegiatan yang sudah tercatat dari kumpulan aspirasi masyarakat merupakan langkah awal untuk menentukan prioritas pembangunan. Keterlibatan Pendamping Desa untuk membersamai Musyawarah Desa secara intens adalah cara untuk mengurangi resiko kesalahan dalam perencanaan pembangunan. Yang juga perlu mendapat perhatian adalah BAB IV Pasal 10 dan Pasal 11 terkait dengan publikasi yang harus dilakukan Pemerintah Desa. Terdapat sangsi yang berkait dengan pagu anggaran. Pasal 10 (1) Pemerintah Desa wajib mempublikasikan fokus penggunaan Dana Desa terhitung sejak APB Desa ditetapkan. (2) Publikasi paling sedikit memuat nama kegiatan, lokasi kegiatan, dan besaran anggaran. (3) Publikasi dilakukan melalui sistem informasi Desa dan/atau media publikasi lainnya yang berada di ruang publik serta mudah diakses oleh masyarakat Desa. (4) Media publikasi lainnya yang berada di ruang publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. baliho; b. papan informasi Desa; c. media elektronik; d. media cetak; e. media sosial; f. website Desa; g. pengeras suara di ruang publik; dan/atau h. media lainnya sesuai dengan kondisi di Desa. Pasal 11 (1) Pemerintah Desa yang tidak mempublikasikan fokus penggunaan Dana Desa dikenai sanksi berupa tidak berwenang mengalokasikan dana operasional Pemerintah Desa paling banyak 3% (tiga persen) dari pagu Dana Desa selain untuk Koperasi Desa Merah Putih setiap Desa pada tahun anggaran berikutnya. (2) Ketaatan Pemerintah Desa terhadap ketentuan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh aparat pengawasan intern Pemerintah Daerah kabupaten/kota. (3) Hasil pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaporkan oleh bupati/wali kota kepada Menteri dengan tembusan disampaikan kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang dalam negeri. Oleh karena dukungan penuh terkait publikasi yang menunjang transparansi dan akuntabelitas dijelaskan pula di halaman 19 dari lembar dokumen regulasi membahas tentang Pembangunan Infrastruktur Digital dan Teknologi di Desa. Secara lebih terperinci dapat disalin melalui QR yang ada di awal bacaan atau mencermati dokumen yang kami sisipkan di postingan ini. 05/0/2026

Senin, 27 Oktober 2025

 

KINERJA BERDAMPAK MENGANTARKAN MENTERI DESA MERAIH POSISI KE TIGA MENTERI TERBAIK KABINET MERAH PUTIH

KINERJA YANG MEMBERI DAMPAK BAIK terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia secara nyata mengantarkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia H. Yandri Susanto, SPt, MPd, di posisi ke tiga  terbaik di jajaran Menteri Kabinet  Presiden Prabowo Subianto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di usia pemerintahan satu tahun. Survei dilakukan oleh Lembaga Riset Prolog (Public Research on Govermance) Survei dilaksanakan 7 hingga 14 Oktober 2025 dengan melibatkan 1600 responden di 38 provinsi.  Demikian disampaikan oleh Direktur Prolog Arifuddin Hamid seperti yang dilansir di Detik News 24 Oktober 2025
Pak Yandri Menteri Desa di saat menjabat Wakil Ketua MPR RI 9/10/23 pernah mendapat Penghargaan Dharma Pertahanan Utama dari Menteri Pertahanan (Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Menhan) atas dedikasinya dalam menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat. Jiwa pengabdian dan nasionalisme sedari awal telah mengakar pada sosok Menteri Desa PDT.


Legitimasi pemerintahan terbentuk dari hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Publik menghargai kebijakan yang berdampak langsung dan dijalankan dengan tata kelola yang transparan.  
 
Kebijakan 12 Rencana Aksi Kementerian Desa PDT 2025, Penurunan Stunting, Program Ketahanan Pangan dan hadirnya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di desa-desa seluruh wilayah Republik Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, Miangas sampai Pulau Rote yang pembentukannya tidak terlepas dari dampingan yang intens  para Pendamping Desa merupakan peran nyata dari kepemimpinan Pak Yandri di Kementerian Desa PDT Republik Indonesia.

Riset survei terbaru yang mengantarkan Menteri Desa PDT ke posisi 3 (tiga) teratas bukanlah survei yang pertama diadakan, berbagai lembaga riset dan survei  nasional telah banyak yang merilis kinerja dengan hasil baik dari Menteri yang  tanpa lelah berkunjung ke desa-desa pelosok Indonesia untuk memastikan dampak keberhasilan dari kebijakan pemerintah. Bahkan menginap di rumah penduduk desa dilakukan oleh Pak Yandri Menteri Desa.
 
Kedekatan Menteri Desa dengan Pendamping Desa di setiap tugas kunjungan menjadikan semangat para Pendamping Desa yang merupakan organ garda depan Kementerian Desa PDT dalam mendampingi proses perencanaan dan pembangunan desa desa di Indonesia. Apresiasi masyarakat yang menempatkan Menteri Desa PDT ke posisi ke tiga  menjadi berita penyemangat dan membanggakan bagi seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang menyebar di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. 25/10/2025 

Selasa, 21 Oktober 2025

Rakor EHDW KPM Toboali Sukses Digelar di Desa Gadung

 Gedung Pertemuan Desa Gadung, Toboali – Pada tanggal 21 Oktober 2025, telah diselenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Elektronik Human Development Worker (EHDW) yang melibatkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari seluruh Kecamatan Toboali. Kegiatan ini bertempat di Gedung Pertemuan Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Rakor ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengisian aplikasi EHDW oleh para KPM. Dalam pelaksanaannya, para KPM mendapatkan pendampingan langsung dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAPM) Kabupaten Bangka Selatan, Bapak Djunaedy. Kehadiran Bapak beliau


diharapkan dapat membantu para KPM dalam memahami dan mengisi aplikasi EHDW secara akurat dan efisien. Pengoptimalan pengisian aplikasi EHDW ini menjadi krusial dalam upaya peningkatan kualitas data dan informasi yang digunakan untuk perencanaan dan pelaksanaan program-program pembangunan manusia di tingkat desa. Dengan data yang akurat dan terkini, diharapkan program-program tersebut dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. 

Amril Penulis

Senin, 20 Oktober 2025

MENTERI DESA YANDRI SUSANTO MERAIH PERINGKAT 3 SURVEI KEPUASAN PUBLIK

DI SEMUA MEDIA MAINSTREAM dipenuhi pemberitaan tentang survei kinerja para Menteri Pembantu Presiden Prabowo menginjak 1 (satu) tahun Pemerintahan Kabinet Merah Putih. Menteri Desa Bapak H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd menduduki peringkat ke 3 dari jajaran Kementerian Prabowo Gibran. Peringkat ini berdasar survei kinerja para Menteri yang dilakukan oleh lembaga  Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025 yang dilaksanakan 1-9 Oktober 2025 secara nasional  serentak di 38 provinsi.

Menurut Direktur Eksekutif SPIN Mawardin Sidik  faktor peraih yang tinggi  dari masyarakat  dipengaruhi oleh kinerja Menteri Desa yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya desa-desa yang selama ini telah mendapatkan program pembangunan desa dan  pemberdayaan ekonomi desa. Hal ini seperti yang disampaikan ke  Media DetikNews.com dan media mainstream lainnya.

Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat  Desa yang selama ini terjadi terdapat  peran dari Pendamping Desa sebagai garda terdepan Kementerian Desa PDT yang dipimpin Bapak Yandri Susanto. Pendamping Desa sebagai pelaksanaan amanah Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014  pengawal Dana Desa memiliki peran strategis sebagai pengungkit kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia. 
 
Dalam statemen di akun sosial media Youtube Staf Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal  Republik Indonesia Bidang Hubugan Antar Lembaga Bapak Sugito, S,Sos., MH menjelaskan betapa masih pentingnya peran strategis Pendamping Desa sebagai elemen penting dalam proses perencanaan dan pembangunan Desa. 18/102025
 
Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat

Rabu, 15 Oktober 2025

KPM Kecamatan Tukak, Rakor & Bimtek EHDW

 Salah satu tugas utama Tenaga Pendamping Profesional (TPP) adalah  melakukan peningatan kapasitas dan Kaderisasi Masyarakat. Seluruh komponen pengembangan kapasitas tersebut diprioritaskan untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta sikap dan perilaku mengenai upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Peran pelatihan sangat penting untuk mewujudkan partisipasi masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan di desa yang dijumpai dalam program-program dan kegiatan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat. Untuk menjawab tantangan diatas TPP Kabupaten Bangka Selatan melalui TAPM Kabupaten Peningkatan Kapasitas dan Sosial Budaya memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi Kader Pembangunan Manusia (KPM) khusus Kecamatan Tukak Sadai. Acara yang berlangsung di Gedung Penyuluhan KB Kecamatan Tukak Sadai ini berlangsung pada tanggal 15 Oktober 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Penyuluh KB Kecamatan Tukak Sadai, serta TPP Kecamatan Tukak Sadai.

Rakor kali ini membahas evaluasi terkait Laporan Scorecard Konvergensi Stunting yang selama ini dikerjakan secara manual oleh KPM, yang dipandang masih banyak yang perlu dilengkapi dan disempurnakan kembali, termasuk masalah keakuratan atau validitas data yang disajikan, termasuk membahas trik dan upaya untuk melengkapi data sasaran yang selama ini KPM sulit untuk melengkapi data sasaran tersebut, terutama data sasaran Remaja Putri, dan yang paling penting peran serta Pemdes dalam memonitoring, evaluasi di tingkat desa.

Dalam rakor tersebut juga diberikan kesempatan kepada Penyuluh KB yang hadir untuk sebagai mitra stategis dalam mengawal program  memberikan masukan dan saran kepada KPM

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan Bimbingan Tehnis berkaitan dengan penggunaan Laporan Scorecard secara online melalui aplikasi E-Human Development Worker (EHDW). Materi yang disampaikan meliputi panduan penggunaan aplikasi EHDW, input data serta verifikasi data, dilanjutkan dengan simulasi pengisian data oleh KPM yang membawa dokumen yang diperlukan terutama Fotocopy KK sasaran.

Walaupun kegiatan ini dilakukan secara mandiri, dan waktu yang cukup terbatas namun diharapkan adanya point positif bagi KPM, adanya perubahan sikap untuk perhatian dan bertanggungjawab untuk mengisi aplikasi ini, memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengisi aplikasi ini.

Senin, 13 Oktober 2025

TPP Bangka Selatan, Belajar Membuat Blog

 


Pelaksanaan Rakor TPP Kabupaten Bangka Selatan untuk Bulan Oktober 2025 tepatnya tanggal 9 Oktober 2025, dilengkapi  dengan peningkatan kapasitas TPP berkaitan dengan pembuatan blog, khususnya untuk Blog Kecamatan dan Desa dampingan masing-masing TPP. Kegiatan yang berlangsung cukup singkat ini dihadiri oleh semua TPP yang ada di Kabupaten Bangka Selatan, walau tidak semuanya dapat hadir namun diharapkan dari perwailan yang ada dapat menindaklanjuti dari hasil kegiatan ini.

Materi yang disampaikan berupa  meliputi manfaat blog sangat beragam, antara lain untuk meningkatkan keterampilan menulis, membangun personal branding, menjadi platform berbagi informasi dan hobi, mendukung bisnis melalui pemasaran, dan meningkatkan peluang karier serta membangun relasi profesional. Selain itu, blog juga bermanfaat dalam bidang pendidikan sebagai media belajar yang interaktif bagi siswa dan guru. Untuk TPP diharapkan dapat mempromosikan perkembangan Pembangunan dan pemebrdayaan di desa, serta potensi dan kearifan local yang ada di desa dampingan masing-masing.

langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat membuat blog pertama kali.

Cara Membuat Blog di Blogger

Blog adalah catatan pribadi atau jurnal yang dipublikasikan di internet. Blog dapat berisi apa saja. Contohnya perjalanan, ulasan tentang makanan, ulasan tentang film, ulasan tentang musik, atau jurnal kehidupan sehari-hari.

Blog yang dibuat di platform Blogger memiliki menggunakan domain blogger.com. Bagi pemula yang ingin membuat akun untuk pertama kali di sana, berikut ini cara membuat blog di Blogger menurut support.google.com:

1. Membuat Blog

Sign in pada Blogger.

Setelah masuk, klik panah ke bawah di sebelah kiri.

Klik New Blog atau 'blog baru'.

Masukkan nama untuk blog.

Klik Next.

Pilih alamat blog atau URL.

Klik Save atau 'Simpan'.

2. Buat Postingan Baru

Sign in pada Blogger.

Klik New Post.

Buat postingan.

Klik Preview untuk melihat preview postingan.

Klik Save saja jika akan menyimpan postingan tanpa mempublikasikannya.

Klik Publish untuk mempublikasikan postingan.

3. Menambahkan Label pada Postingan

Untuk membuka editor view, klik postingan yang telah ada atau klik new post.

Klik labels pada bagian kanan.

Untuk menambahkan lebih dari satu label pada sebuah postingan, pisahkan label dengan koma.

Tips: pada dashboard, di sebelah judul, pengguna dapat menemukan label.

Dari kegiatan yang berlangsung cukup sederhana ini diharapkan semua TPP mulai mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh dengan membuat masing-masing Blog desa dan kecamatan dampingan masing-masing

Kamis, 02 Oktober 2025

 MONITORING DANA DESA SENGIR


Melakukan kunjungan lapangan sekaligus monitoring dan evaluasi penggunaan dana desa tahun 2025 di Desa Sengir Kecamatan Payung.

Dari hasil koordinasi dengan Sekdes dan beberapa perangkat desa diketahui bahwa dana desa tahap II sudah masuk ke RKD, jadi sudah masuk 100% atau Rp 739.055.000,-.

Kegiatan ketahanan pangan sebesar Rp. 147.811.000,- sudah ditransfer ke rekening Bumdes, dan sudah direalisasikan untuk budidaya ternak hewan sapi sebesar Rp. 92.500.000,- dan sisanya untuk budidaya tanaman jagung, namun belum terealisasi.

Pembayaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa untuk 30 KPM sudah tersalurkan sampai bulan September. Sementara untuk sarana prasarana yang sudah selesai Paving Block di Pasar Desa dan satunya dalam tahap penyelesaian, yaitu Jalan Paving Block. pembayaran honor kader baru terbayar Bulan Agustus dan Guru PAUD Bulan Maret, termasuk juga petugas sampah.

Selanjutnya koordinasi dan diskusi terkait RKP 2026 serta keberadaan KDMP.

Selanjutnya meninjau lokasi pembangunan Paving Block Pasar Desa